Juni 23, 2021

Radio Informasi dan Hiburan

Pemkab Mengadakan Rapat Membicarakan Kualitas Air Di Sungai Amandit

AmanditNews. Rapat pertemuan yang bertempat di Aula Ramu ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah H.Muhammad Noor yang didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kab.HSS Ronaldy Prana Putra dengan mendengarkan paparan progres yang sudah dilakukan oleh PT. Antang Gunung Meratus (AGM) dan KUD Karya Murni tentang mengatasi persoalan kualitas air di sungai amandit yang menjadi perbincangan masyarakat Hulu Sungai Selatan minggu terakhir ini. Kamis (22/04/21)

Seusai rapat Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Syamsuri Arsyad, S.AP M.A menyebutkan bahwa persoalan air keruh ini menjadi masalah bagi kita semua, pemerintah, masyarakat, dan daerah Kabupaten HSS. Ada 3 hal yang menjadi penyebab air keruh

  1. Longsor loksado akan tetapi itu tidak permanen yang hanya beberapa jam dan diwaktu terjadi hujan,
  2. Pertambangan galian C yang mana saat ini sudah dilakukan penertiban,
  3. Pertambang yang terbagi 2 yaitu eks Peti/Tambang Ilegal yang bila terjadi hujan maka akan tergerus dan menyebabkan kekeruhan pada sungai amandit serta tambang yang dikelola oleh KUD karya Murni dan PT AGM dan pada hari ini bersepakat membuat saringan-saringan air yang mana nantinya air yang di keluarkan ke sungai tidak keruh.

 

Wabup HSS Syamsuri Arsyad mengucapkan terima kasih kepada management PT AGM, KUD Karya Murni dan para pengusaha galian C yang sudah bersama-sama berkomitmen untuk membuat air yang selama ini keruh menjadi bersih kembali dan berharap kepada semua lapisan masyarakat untuk sama-sama menjaga sungai jangan sampai membuang sampah kesungai karena kesadaran semua pihak menjadi harapan kita semua.

Perwakilan PT AGM Soyan Noor Rahim mengatakan bahwa akan memenuhi baku mutu (ukuran batas atau kadar) seperti arahan Wabup dan memenuhi kehendak masyarakat HSS menjaga kejernihan air. Dan apabila terjadi pelanggaran dari pihak PT AGM maka mereka siap di berikan sanksi.

Dan perwakilan KUD Karya Murni Toto mengatakan yang pasti selalu berusaha air yang mengalir dari tambang ke sungai itu memenuhi standar mutu dan sudah mempunyai tim yang bertugas untuk mengambil sampel dan selalu memantau air yang keluar dari tambang menuju sungai dan apabila terjadi pelanggaran maka KUD Karya Murni siap menjalani aturan pemerintah yang berlaku dan menerima sanksi.

Terkait progres pekerjaan yang harus diselesaikan di bulan juli, kedua perusahaan tersebut bersepakat menepati janjinya bahwa di bulan Juli progres sudah 100%.

Diakhir kegiatan Sekretaris Daerah H.Muhammad Noor berharap mudah-mudahan kita tetap konsisten dalam pengelolaan limbah sehingga apa yang menjadi keresahan masyarakat, kita akan upayakan dalam melakukan perbaikan.

(Sumber :Forkopim HSS)

Penulis            :  Ucuk Syahreza

Editor              : Amutz

Reporter         : Laila Agustina

WhatsApp chat