April 17, 2021

Radio Informasi dan Hiburan

Polres HSS Gelar Konferensi Pers Ungkap Hasil Kasus Curanmor di Kab HSS

Hulu Sungai Selatan-Kandangan-AmanditNews. Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Selatan gelar konferensi pers terkait operasi jaran intan tahun 2021 yang berhasil mengungkap kasus pencurian kendaaraan bermotor (curanmor) yang berlangsung di halaman Polres HSS pada Selasa, 23/02/21. 

Kapolres AKBP Siswoyo menjelaskan dilakukannya operasi jaran intan bertujuan mengungkap dan menindak terjadinya curanmor maupun kejahatan lainnya, seperti penggelapan. Operasi dilakukan selama 12 hari dan berhasil mengukap kasus curanmor dengan jumlah tersangka 6 orang termasuk penadah.

 “Hasil dari operasi jaran intan tahun 2021 yang dilakukan selama dua belas hari yaitu dari tanggal 5-16 Februari 2021 berhasil meringkus 6 orang tersangka. Adapun barang bukti berupa 4 unit sepeda motor, dengan 3 STNK, dan 2 BPKB. Ada sebanyak 4 kasus curanmor dan 3 kasus penggelapan,” ungkap AKBP Siswoyo.

Kasat Reskrim AKP Rihold menyampaikan bahwa kasus curanmor mengalami penurunan modus operandi jika dibanding dengan tahun 2020 dengan 8 kasus dan di tahun 2021 ada sebanyak 7 kasus, dengan semua tersangka berasal dari Kab. HSS.

Kasat Reskrim AKP Rihold juga menyampaikan mengenai modus operandi yang dilakukan tersangka dalam kasus penggelapan yang berhasil diungkap yaitu dengan pura-pura menjual dan pura-pura mencoba sepeda motor, namun dibawa kabur. Untuk kasus curanmor sendiri ada tiga kasus, dengan satunya penadah. Tersangka mengambil motor yang ada di parkiran rumah dan ada yang kunci masih tertinggal di sepeda motor lalu dibawa kabur oleh pelaku, serta satu kasus lainnya terungkap pada saat berada di penadah.

Akibatnya kini tersangka diganjar Pasal 363 tentang pencurian, tersangka kini terancam hukuman antara 4 dan 6 tahun. Sekarang 3 orang tersangka masih di Polres HSS dan 3 orang lainnya berada di Rutan Kandangan.

Terakhir. AKBP Siswoyo menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan hati-hati saat menggunakan dan memarkir kendaraannya, juga kepada mereka yang mempunyai tempat usaha.

“Jangan sampai memarkir terburu-buru, hingga kunci tertinggal. Antisipasi bisa dilakukan dengan mengunci ganda kendaraan yang diparkir, dan termasuk untuk masyarakat yang mempunyai tempat usaha bisa dilengkapi dengan CCTV agar bisa membantu pengungkapan jika terjadi kasus curanmor,” himbau AKBP Siswoyo.

Reporter          : Alpisah Rina

Penulis             : Ucok Syahreza

Editor              : Amutz Alamsyah

WhatsApp chat