Juni 23, 2021

Radio Informasi dan Hiburan

Tabligh Akbar Polres HSS dalam Rangka Menciptakan Pemilu 2019 yang Aman, Damai, Dan Sejuk

Bertempat di Halaman Majelis Al-Hidayah Kapuh, Kecamatan Simpur dilaksanakan kegiatan Tabligh Akbar oleh Polres Hulu Sungai Selatan dalam rangka menyongsong pemilu yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari kedepan. Dalam kesempatan ini turut berhadir Bupati Hulu Sungai Selatan Drs. H. Achmad Fikry, M.AP, Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan Syamsuri Arsyad, S,Ap, MA, FORKOMPINDA HSS, Camat Simpur Abdul Karim, S.STP, M.Si, Anggota Polres HSS dan jamaah Majelis TA’lim Al Hidayah Kapuh. Jumat (11/04/19)

Bupati HSS dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Polres HSS beserta Ketua MUI HSS KH. Muhammad Ridwan Baseri karena telah terlaksananya kegiatan ini. Bupati berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk merajut silaturahmi dan semmoga mendapat keberkahan bagi Hulu Sungai Selatan.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana dalam memantapkan pilihan dalam pemilu yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari kedepan. Bupati juga berharap kepada Partai Politik agar dapat mentaati semua peraturan yang terakait dengan pelaksanaan pemilu. Tanggal 13 april sudah memasuki masa tenang, maka semua alat peraga kampanye harap dibersihkan sendiri oleh peserta pemilua sehingga tidak ada lagi kesalahan pahaman jika dibersihkan oleh petugas.
“Manusia hanya pandai berusaha Allah yang menentukan segala-galanya, mudah-mudahan dengan mengikuti Tabligh Akbar mala mini hati kita menjadi tenang untuk dapat menghadapi pemilu 17 april yang akan dating dan diberikan pemimpin terbaik untuk semuanya, dan yang penting kita menjaga kerukukan dan keharmonisan di antara kita” ungkap Bupati HSS.

Dalam ceramahnya KH. Ridwan Baseri menyampaikan bahwa nikmat yang sangat besar itu adalah nikmat kemanan, maka dengan diadakannya pemilu ini jangan sampai membuat kita terpecah belah dan adu domba karena hanya berbeda pilihan.

Dalam hal memilih pemimpin KH. RIdwan Baseri menyampaikan bahwa hukumnya adalah fardhu kifayah, karena apabila suatu daerah tidak memiliki pemimpin maka suatu daerah akan kacau dalam proses pelaksanaannya. Kemudian untuk dapat melihat pemimpin terbaik maka kita harus melihat siapa kawan-kawannya atau orang yang berada dibaliknya jika orang-orang baik maka akan baik pula kepempimpinannya dan sebaliknya jika orang yang kurang baik maka akan kurang baik pula kepemimpinan yang dijalaninya.

“mudah-mudahan kita diberikan pimpinan yang terbaik nantinya, apabila sudah ada hasilnya dari pemilu yang akan datang dan telah didapatkan pemimpin-pemimpin berdasrkan proses pemilu maka tugas kita adalah mendoakan mereka semua agar bisa menjalankan amanah dari rakyatnya” ungkap Guru Kapuh

WhatsApp chat