Mei 9, 2021

Radio Informasi dan Hiburan

Tunda Tatap Muka Untuk jenjang SMA/SMK Dan SLB , ini alasan Kadisdikbud Kalsel.

AmanditNews.Banjarmasin- Kadisdikbud Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menunda pembelajaran tatap Muka  Jenjang  SMA/SMK dan SLB hal ini terjadi lantaran masih meningkatnya kasus positif covid -19 di Kal-sel .

Hal tersebut di sampaikan HM.Yusuf Efendi saat diwawancarai via telpon di Banjarmasin, menurutnya meski adanya Surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri tidak serta merta menjadi amanah satuan pendidikan untuk melaksanakan pendidikan tatap muka.

“kami telah menerbitkan surat edaran ke sekolah-sekolah  untuk mengambil langkah-langkah persiapan , meminta kepada kepala satuan pendidikan untuk mempelajari dan mempedomani terkait SKB 4 menteri, kemudian harus mengisi cek list atau daftar periksa terkait dengan protokol kesehatan dan hubungannya juga terhadap layanan kesehatan, adanya surat penyataan orang tua terkait kesediaan di gelarnya  pembelajaran tatap muka, jika ada orang tua yang menolak maka pembelajaran secara Daring masih dapat di lakukan” jelas Yusuf Efendi Kadisdikbud Prov Kalsel.

Kita harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan tambah yusuf, berdasarkan laporan tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalsel , Di kalsel angka penambahan Kasus Positif setiap hari masih terjadi kenaikan dan ini masih menjadi kategori rawan.

“sebagai contoh pada kabupaten Tanah Bumbu dan Kota Banjarbaru yang mulanya berangsur memasuki zona orange kini masuk zona merah Artinya, perkembangan penularan virus di provinsi ini masih cenderung dinamis”. Ungkap yusuf.

Ditegaskan Yusuf, pihaknya memprioritaskan keamanan dan keselamatan para siswa dan warga sekolah.Sehingga tidak mau terburu-buru mengizinkan pembelajaran tatap muka apabila sekolah tersebut berada pada zona merah.

“Kalau sekolah tersebut berada di zona hijau atau paling tinggi zona kuning, masih ada kemungkinan akan digelar pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut. Tapi apabila sekolah tersebut berada di zona orange atau merah, maka tidak mungkin kita lakukan pembelajaran tatap muka,” pungkasnya.

 

 

Reporter      : Fahmi

Editor           : amutz

WhatsApp chat